Hapus Partisi System Reserved saat Install Windows
Saat install Windows di disk kosong, installer otomatis membuat partisi kecil bernama System Reserved sebelum partisi utama. Banyak pengguna merasa partisi ini mengganggu karena muncul di Disk Management, kadang tampil sebagai drive tambahan, atau dianggap memboroskan ruang. Lalu, apakah partisi ini boleh dihapus, dan bagaimana caranya agar tidak terbentuk saat install Windows?
Di artikel ini kami jelaskan fungsi partisi System Reserved, kapan aman untuk dihilangkan, dan cara install Windows tanpa partisi tersebut.
Apa Itu Partisi System Reserved?
System Reserved adalah partisi kecil berukuran sekitar 100 MB (Windows 7), 350 MB (Windows 8), hingga 500 MB (Windows 10). Isinya bukan file sampah, melainkan:
- File boot, termasuk Boot Manager dan konfigurasi boot (BCD) yang dibutuhkan Windows untuk menyala.
- File pemulihan untuk Windows Recovery Environment, yaitu menu perbaikan yang muncul saat Windows gagal boot.
- Ruang untuk BitLocker, fitur enkripsi drive yang membutuhkan partisi terpisah dan tidak terenkripsi untuk memulai sistem.
Artinya, pada Windows yang sudah terpasang, partisi ini tidak boleh langsung dihapus. Jika dihapus begitu saja, laptop tidak akan bisa boot sama sekali.
Perhatikan Mode BIOS Laptop Kamu
Cara di artikel ini hanya berlaku untuk laptop yang memakai Legacy BIOS dengan disk MBR. Kebanyakan laptop keluaran 2015 ke atas memakai UEFI dengan disk GPT. Pada mode UEFI, Windows membuat partisi EFI System Partition, MSR, dan Recovery. Partisi-partisi itu wajib ada dan tidak perlu dihilangkan. Ukurannya kecil dan tidak tampil sebagai drive di File Explorer.
Untuk mengecek mode laptop, tekan Windows + R, ketik msinfo32, lalu lihat baris BIOS Mode. Jika tertulis Legacy, cara di bawah bisa dipakai.
Cara Install Windows Tanpa Partisi System Reserved
Penting: langkah ini menghapus seluruh isi disk. Pindahkan dulu semua data penting ke flashdisk atau hard disk eksternal.
1. Boot dari flashdisk installer Windows
Colokkan flashdisk installer, nyalakan laptop, lalu pilih flashdisk dari menu boot. Tunggu sampai muncul layar pemilihan bahasa.
2. Buka Command Prompt
Di layar pemilihan bahasa, tekan Shift + F10. Jendela Command Prompt akan terbuka.
3. Siapkan partisi dengan DiskPart
Ketik perintah berikut satu per satu, tekan Enter setelah setiap baris:
diskpart
list disk
select disk 0
clean
create partition primary
format fs=ntfs quick
active
exit
Pastikan nomor disk pada select disk benar. Lihat ukurannya pada hasil list disk, karena perintah clean menghapus semua partisi di disk yang dipilih. Jika ingin membagi disk menjadi dua (misalnya drive C dan D), tambahkan ukuran pada perintah pertama, misalnya create partition primary size=120000 untuk sekitar 120 GB. Sisa ruang bisa dibuat menjadi partisi D setelah Windows terpasang.
4. Lanjutkan instalasi
Tutup Command Prompt, lanjutkan installer sampai muncul pilihan Custom: Install Windows only. Pilih partisi yang baru dibuat, lalu klik Next. Karena partisi sudah aktif dan terformat, installer akan menaruh file boot di partisi yang sama tanpa membuat System Reserved.
Bagaimana Jika Windows Sudah Terlanjur Terpasang?
Partisi System Reserved pada Windows yang sudah berjalan sebenarnya bisa dihilangkan dengan memindahkan file boot ke drive C. Namun prosesnya berisiko membuat laptop gagal boot, sementara ruang yang didapat hanya beberapa ratus megabyte. Jika yang mengganggu hanya munculnya drive tambahan di File Explorer, cukup hapus huruf drive partisi tersebut lewat Disk Management. Partisinya tetap ada, tetapi tidak lagi tampil.
Butuh Bantuan Install Ulang Windows?
Install ulang memang terlihat mudah, tetapi salah memilih disk atau partisi bisa membuat data hilang permanen. Teknisi service laptop GCL bisa membantu install ulang Windows sekaligus mencadangkan data, memasang driver lengkap, dan mengatur partisi sesuai kebutuhanmu. Hubungi kami lewat WhatsApp untuk konsultasi gratis, atau datang langsung ke workshop di Kranggan Permai, Jatisampurna, Bekasi.
